Skip ke Konten
wabulsawifestival
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Event
  • +62 822-2022-5230
  • Sign in
  • Hubungi Kami
wabulsawifestival
      • Beranda
      • Tentang Kami
      • Event
    • +62 822-2022-5230
    • Sign in
    • Hubungi Kami

    Wabul Sawi Kalimantan​


     

    Visi & Misi Wabul Sawi Kalimantan

    • Visi
    • Misi

    Menjadikan Wabul Sawi Kalimantan sebagai pusat kebudayaan, seni, dan sastra di Kalimantan Selatan dengan konsentrasi pada persoalan lingkungan dan urban.

    Wabul Sawi Kalimantan mendorong kelahiran gagasan, inovasi, dan  kreativitas untuk peka terhadap permasalahan atau isu-isu sipil terkhusus beragam persoalan di Kalimantan yang terkait dengan alam atau lingkungan. Selain itu juga menjawab tantangan yang dihadapi wilayah urban, yang terus berkembang dan tumbuh, dengan beragam kemajemukan sebagai bentuk pluralisme.

    Profil Wabul Sawi Kalimantan

    ​ ​Wabul Sawi merupakan akronim dari “Wani Baidabul, Sanggup Manggawi”, sebuah ungkapan dalam bahasa Banjar (Kalimantan Selatan) yang berarti: “berani mengatakan, maka harus sanggup mengerjakan”. Mengatakan di sini bermakna menyampaikan keinginan, gagasan, atau cita-cita—dan apa yang dikatakan itu harus sanggup dikerjakan dalam bentuk aksi dan berdampak. 

    ​ ​Ungkapan Wabul Sawi dicetuskan oleh KH. Zafry Zamzam pada Februari 1964 saat merumuskan percepatan pemindahan Ibu Kota Provinsi ke Banjarbaru. KH. Zafry Zamzam adalah salah satu tokoh pendiri Kota Banjarbaru, saat bersama beberapa tokoh lainnya berupaya mewujudkan Banjarbaru sebagai Ibu Kota Provinsi yang sebelumnya digadang-gadang oleh Gubernur Kalimantan Kedua, dr. Muhammad Murdjani dan Presiden Ir. Soekarno pada 1951 sebagai Ibu Kota Pulau Kalimantan (menggantikan Banjarmaisn). 

    ​ ​​Namun, pada perjalananannya, Banjarbaru yang hanya sebuah kampung kecil menjadi kecamatan dan memerlukan waktu berpuluh-puluh tahun yang hanya berhasil menjadi bagian kota administratif wilayah di Kabupaten Banjar. Baru di tahun 1999 Banjarbaru resmi ditetapkan Kota(madya), berpisah dari Kabupaten Banjar dan secara resmi memiliki pemerintahan sendiri yang dipimpin seorang Wali Kota. 

    ​ ​Mengambil semangat dari ungkapan “Wabul Sawi” itulah Wabul Sawi Kalimantan menjadi obor kebudayaan, seni, dan sastra di Kalimantan. Harapannya, dengan semangat yang sama dari para tokoh pendahulu, Wabul Sawi Kalimantan pun dapat mewujudkan apa yang dicita-citakan, menjadi tali penghubung komunitas senapas sastra dan budaya di Kalimantan.


    Apa itu Wabul Sawi Festival?

    Wabul Sawi Festival adalah perhelatan sastra tahunan di Kalimantan Selatan yang mengusung semangat Wani Baidabul, Sanggup Manggawi (berani berniat, sanggup melaksanakan). Festival ini bertujuan membangun ekosistem seni lokal sekaligus merespons isu sosial dan lingkungan melalui aksi nyata.  


    Tim Penuh Talenta Kami



    Hudan Nur

    Direktur Wabul Sawi

    Sandi Firly

    Manaje Program 

    Rina Faradilla

    Manajer Keuangan dan Korespondensi 

    Agung Prayogo

    Informasi Teknologi 

    Bumi Basudewo Ibrahim

    PIC Manajeman dan Program 

    Soraya Naila Hasibun

    Staf Publikasi dan Sosial Media 

    Muhammad Nafidz Khalifa Ansyar

    Staf Logistik dan Voluntary 

    Siap menghidupkan visi Wabul Sawi Kalimantan

    Mari berkolaborasi untuk membuat solusi inovatif yang berdampak di dunia sastra dan budaya. Hubungi kami hari ini dan mari bersama-sama kita bangun karya yang luar biasa.

    Hubungi kami

    Beranda Tentang kami Event Kebijakan Privasi
    Copyright © Wabul Sawi Festival 2026
    Dipersembahkan oleh Odoo - Buat sebuah website gratis