
BANJARMASIN — Rangkaian hari ketiga MTN Lab Residensi dan Workshop Sastra khusus bidang puisi ditutup dengan sesi diskusi daring bersama penyair ternama, Sihar Ramses Simatupang, pada Rabu (5/8/2026) malam. Sesi bertajuk Sadaring (Sarasehan Daring) ini merupakan buah kolaborasi antara Wabul Sawi Festival dan Seikat Penulis Alinea yang mengupas tuntas proses kreatif pembuatan puisi hingga dinamika karya sastra di era digital.
Dalam pemaparannya, Sihar menekankan bahwa aktivitas berkesenian adalah hak setiap individu. Namun, berkarya atau menulis puisi tidak otomatis membuat seseorang serta-merta bisa menyandang predikat sebagai seorang penyair. Menurut sastrawan berdarah Batak yang menetap di Jakarta tersebut, puisi memiliki beragam fungsi mulai dari media terapi, sarana perjuangan, hingga pemuas batin.
Ia juga menyikapi fenomena puisi di ruang digital secara kritis. Maraknya karya yang beredar di internet dinilainya berdampak pada kualitas karya sastra itu sendiri.
“Di tengah tingginya lalu lintas puisi di dunia digital, wajar jika ada anggapan bahwa kondisi perpuisian Indonesia saat ini tampak keruh dan kehilangan bobotnya di berbagai media sastra berbasis digital,” tutur Sihar.
Sihar mengingatkan bahwa merangkai puisi bukanlah pekerjaan instan. Sebuah puisi yang kuat membutuhkan konsep yang matang, visi yang jelas, serta bentuk yang terstruktur. Menurutnya, penyair tidak boleh hanya bersandar pada keindahan diksi dan rima (efoni), melainkan harus peka terhadap bentuk dan tipologi teks. Penggunaan bahasa yang klise tanpa pengolahan yang mendalam justru dapat meluruhkan daya magis dari puisi tersebut.
Bekal Karya Bagi Peserta Residensial
Program MTN Lab Residensi dan Workshop Sastra bidang puisi ini berlangsung selama lima hari, yakni pada 3–7 Agustus 2026. Agenda ini merupakan kerja sama antara UPTD Taman Budaya Kalimantan Selatan dan Wabul Sawi Kalimantan.
Pelatihan ini diikuti oleh 30 peserta terpilih dari 13 kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan. Mereka merupakan gabungan dari juara FLS2N bidang Baca Puisi tingkat SMA/SMK serta perwakilan dari lima komunitas sastra lokal.
Para peserta menyambut positif jalannya diskusi yang berlangsung selama satu jam tersebut. Salah satu peserta, Royyan, mengungkapkan bahwa materi yang disampaikan Sihar memberikan wawasan baru yang sangat membantunya dalam mengasah kualitas penulisan puisi ke depan.
Sesi Sadaring ini sekaligus menjadi bekal krusial bagi para peserta residensi untuk mematangkan karya mereka sebelum nantinya ditampilkan pada puncak acara bertajuk Malam Imaji, Poetry in Action at Taman Budaya.
Musa (Ed.). (2026, 6 Agustus). Sihar Ramses Soroti Banjir Puisi Digital di Sadaring Alinea. NusaBanuaTV. Diakses pada 14 Agustus 2026, dari https://nusabanuatv.com/sihar-ramses-soroti-banjir-puisi-digital-di-sadaring-alinea/