Rehat Sejenak untuk Melawan: Buku Puisi "LAPAH" Siap Diluncurkan di Malam Puncak WSFest 2026Bunga rampai karya hasil residensi Manajemen Talenta Nasional (MTN) kolaborasi Wabul Sawi Kalimantan dan UPTD Taman Budaya Kalsel mengusung resiliensi serta warisan sastra lokal.
Banjarbaru - Sebagai bentuk perjalanan Panjang insan kreatif Banua dalam sastra Kalimantan Selatan, Wabul Sawi Kalimantan bekerja sama dengan UPTD Taman Budaya Kalimantan Selatan resmi meluncurkan buku kumpulan puisi bertajuk "LAPAH" (Local Art and Persistence of Act Heritage).
Peluncuran karya ini menjadi salah satu penanda penting dalam malam puncak Wabul Sawi Festival (WSFest) 2026 Malam Imaji yang digelar pada Jumat, 25 September 2026, bertempat di Panggung Bundar Mingguraya, Banjarbaru.
Buku kumpulan puisi "LAPAH" lahir dari hasil kegiatan residensi dan lokakarya sastra pada program Manajemen Talenta Nasional (MTN). Judul LAPAH menyerap dua makna mendalam secara bilingual maupun kultural:
Judul LAPAH menyerap dua makna mendalam secara bilingual maupun kultural. Dalam kearifan lokal bahasa Banjar, lapah diartikan sebagai terminal sementara untuk rehat sejenak dari kelelahan bukan untuk berhenti, melainkan untuk mengumpulkan tenaga dan terus melangkah maju. Sementara sebagai akronim bahasa Inggris, LAPAH merujuk pada Local Art and Persistence of Act Heritage, yang secara harfiah menggambarkan sastra lokal yang terus tumbuh dan konsisten melestarikan warisan seni di tengah gempuran zaman.
Buku ini menegaskan bahwa kerja kesusastraan adalah kerja membentuk jiwa dan pikiran. Sastra tidak berwujud fisik seperti bangunan megah atau teknologi canggih, melainkan hadir membentuk kepekaan nurani serta membuka jendela luas dalam memandang persoalan manusia yang tak terselesaikan oleh materi.
Mengambil api semangat para pendahulu, Wabul Sawi Kalimantan menjadikan nilai tersebut sebagai obor kebudayaan untuk menghubungkan komunitas sastra di Banua.
"Puisipuisi dalam buku 'LAPAH' ini adalah benang merah estafet masa depan kepenyairan Kalimantan Selatan. Melalui kolaborasi program MTN bersama UPTD Taman Budaya Kalsel, kami berharap karya-karya ini hadir memberi tanda, warna, serta memperkaya khazanah susastra di timur Indonesia," ungkap Hudan Nur Direktur Wabul Sawi Festival
Buku LAPAH akan diluncurkan secara resmi pada agenda Malam Imaji (Jumat malam, 25 September 2026, pukul 19.30 WITA di Mingguraya). Peluncuran ini akan dirangkaikan dengan pertunjukan Poetry Slam, alih wahana pertunjukan seni dari para penampil terkurasi, serta sesi pembacaan karya yang mengeksplorasi naskah-naskah dalam buku tersebut.